TUHAN WAJIB ADA
Tuhan itu wajib ada, bahkan bagi seorang yang atheis, Spiritualis non agamis, dan materialistis sekalipun.
Dalam Ranah psikologi Ego State Therapy, personifikasi Tuhan sebenarnya masih termasuk dalam bagian diri yang disebut Introject. Atau sebuah figur atau sosok yang mempunyai kesan mendalam di alam bawah sadar serta mempunyai pengaruh yang kuat terhadap alam bawah sadar kita.
Dan dalam hukum pikiran, tidak perduli apakah sesuatu itu hanya imajinasi ataupun suatu realitas yang nyata, Tetapi bila sesuatu itu diyakini kebenarannya dan dapat diterima oleh alam bawah sadar. Maka sesuatu itu adalah nyata bagi alam bawah sadar, serta mempunyai pengaruh yang nyata dalam kehidupan orang tersebut.
Hukum pikiran juga menyatakan, bahwa alam bawah sadar membaca dalam bentuk gambar. Dan segala seuatu yang abstract akan digambarkan dengan mengambil bentuk yang asosiatif atau menggunakan referensi data yang sudah ada di dalam database bawah sadar. Sebagai contoh mengenai Hantu, ini adalah sesuatu wujud yang abstract. Oleh karena itu bawah sadar menggambarkannya dalam sesuatu sosok tertentu sesuai dengan data yang sudah ada, Maka jangan heran bila sosok hantu di Indonesia berbeda dengan sosok hantu di Amerika. Kita mengenal Pocong, Tuyul, Gendruwo, dll. dan itu semua adalah hantu khas Indonesia yang tidak ada di negara lain. Silahkan di croscheck…
Dunia ini hanyalah Ilusi, realitas dunia nyata yang ditangkap dan tergambar di dalam pikiran kita bukanlah realitas yang sebenarnya. Ketika data dan informasi alam realita di serap oleh panca indra, data tersebut sudah mengalami banyak pengurangan, generalisasi, dan juga distorsi. Sebagai contoh, Mata kita hanya mampu menangkap gelombang cahaya yang tampak, sedang gelombang Cahaya yang mempunyai frekwensi sangat tinggi ataupun sangat rendah tidak dapat ditangkap oleh panca indra. Demikian juga indra pendengaran kita, hanya mampu menangkap suara yang masuk dalam range gelombang suara tertentu saja. Frekwensi suara diluar range tersebut, secara otomatis luput dari pendengaran.
Belum lagi filter mental kita, yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan kita dalam berkonsentrasi, fokus perhatian kita pada suatu topik, minat kita dalam mempersepsi sesuatu, paradigma serta persepsi yang sudah kita pegang, semua itu adalah filter mental yang membuat data dan informasi yang masuk menjadi tidak lagi valid dan juga akurat.
Maka, benarlah bila Tuhan berfirman bahwa dunia ini hanyalah permainan saja…. Dunia ini hanyalah ilusi saja..
Sekarang kita kembali pada paragraf pertama, Tuhan itu wajib ada…..
Dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh manusia yang mengaku dan merasa sebagai Makhluk yang paling cerdas dan paling sempurna tersebut. Ternyata sering harus mengalami kebekuan ketika menghadapi dan melewati sebuah ranah peta dunia yang penuh misteri dan juga ketidak pastian. Karena datanya yang belum ada di alam bawah sadar…
Termasuk Masa Depan, ini adalah suatu ranah yang masih misteri….
Menghadapi Semesta Realita dunia ini saja manusia sudah tunduk dan bertekuk lutut menyadari betapa kecilnya dirinya, dan betapa manusia mempunyai banyak keterbatasan….
Maka Tuhan wajib ada…
Demi kepastian diri manusia untuk melangkah… di tengah alam dunia yang serba tidak pasti ini.
Tuhan Wajib ada…
Sebuah Dzat yang Maha Sakti dan Maha Tahu wajib ada sebagai penguat dan pendukung bagi manusia agar mampu menghadapi itu semua….
Tuhan wajib ada…
Walaupun dengan seribu nama dan sebutan…
Ada yang menyebutnya Science, Firaun, Hitler, Musolini, Sejatinya diri, Ingsun sejati, Bunda Semesta, Super Ego, dan segala nama yang bisa disandarkan padanya dan bisa digunakan untuk memanggil dan menyebutnya, berdasarkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia tersebut…
Ternyata Tuhan wajib ada, bahkan bagi seorang yang atheis, Spiritualis non agamis, dan materialistis sekalipun….
